GEMAH RIPAH – Masalah sampah domestik kini tak lagi menjadi beban bagi Desa Gemah Ripah. Melalui unit pengelolaan lingkungan, BUM Desa Gemah Ripah berhasil menciptakan inovasi dengan mengolah limbah dapur dan sampah organik pasar menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang kini mulai diminati petani lokal.
Proses pengolahan ini menggunakan metode fermentasi drum yang dikelola oleh tenaga ahli dari kalangan pemuda tani desa. Dalam satu bulan, fasilitas pengolahan sampah desa mampu menghasilkan ratusan liter pupuk cair yang kaya akan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.
"Dulu sampah organik hanya ditumpuk dan bau. Sekarang, kami jemput bola ke rumah warga, kami olah, dan hasilnya kami jual kembali ke petani dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pupuk kimia di pasaran," ungkap Manajer Operasional BUM Desa Gemah Ripah saat ditemui di rumah produksi, Rabu (22/04).
Keberhasilan ini memberikan dampak ganda. Selain lingkungan desa menjadi jauh lebih bersih dan sehat, hasil penjualan pupuk tersebut juga masuk ke dalam pendapatan asli desa yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa.
Selain pupuk cair, sisa padatan dari proses pengolahan ini juga dimanfaatkan sebagai media tanam bibit sayuran. Pihak BUM Desa berharap ke depannya seluruh warga desa dapat terlibat aktif dalam memilah sampah sejak dari dapur masing-masing demi kelancaran proses produksi pupuk ini.
Bagi warga atau pihak luar yang ingin belajar mengenai sistem pengolahan ini atau ingin membeli produk pupuk cair "Gemah Ripah", dapat langsung mengunjungi kantor BUM Desa pada jam kerja.
Proses pengolahan ini menggunakan metode fermentasi drum yang dikelola oleh tenaga ahli dari kalangan pemuda tani desa. Dalam satu bulan, fasilitas pengolahan sampah desa mampu menghasilkan ratusan liter pupuk cair yang kaya akan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.
"Dulu sampah organik hanya ditumpuk dan bau. Sekarang, kami jemput bola ke rumah warga, kami olah, dan hasilnya kami jual kembali ke petani dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pupuk kimia di pasaran," ungkap Manajer Operasional BUM Desa Gemah Ripah saat ditemui di rumah produksi, Rabu (22/04).
Keberhasilan ini memberikan dampak ganda. Selain lingkungan desa menjadi jauh lebih bersih dan sehat, hasil penjualan pupuk tersebut juga masuk ke dalam pendapatan asli desa yang nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur desa.
Selain pupuk cair, sisa padatan dari proses pengolahan ini juga dimanfaatkan sebagai media tanam bibit sayuran. Pihak BUM Desa berharap ke depannya seluruh warga desa dapat terlibat aktif dalam memilah sampah sejak dari dapur masing-masing demi kelancaran proses produksi pupuk ini.
Bagi warga atau pihak luar yang ingin belajar mengenai sistem pengolahan ini atau ingin membeli produk pupuk cair "Gemah Ripah", dapat langsung mengunjungi kantor BUM Desa pada jam kerja.